Monthly Blogs for April 2019

Dinas Pariwisata Ajak UKM dan Asosiasi Manfaatkan Pasar Wisata Titi Kuning

Sekitar 100 undangan mulai dari pelaku UKM, ekonomi kreatif, transportasi online, dan asosiasi pariwisata hadir dalam Gala Dinner UKM dan Asosiasi Pariwisata sekaligus sosialisasi Pasar Wisata Titi Kuning (Tikung) di Hotel Garuda Plaza, Selasa (9/4/2019) malam.

Dalam acara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono mengajak pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Asosiasi Pariwisata di kota Medan dan sekitarnya untuk saling bersinergi memanfaatkan kehadiran pasar wisata. Ia mengatakan, dalam waktu dekat, akan beroperasi Pasar Wisata Titi Kuning di Jalan Brigjen Zein Hamid, kawasan Titi Kuning, Medan.

“Pasar Wisata Titi Kuning ini lahir sebagai bagian dari kerjasama Pemko Medan dan pihak swasta dalam merevitalisasi Pasar Inpres Titi Kuning dari sebelumnya merupakan pasar tradisional menjadi pasar modern yang bersih dan rapi,” ujarnya.

Selain tetap difungsikan sebagai pasar tradisional, Pasar Inpres Titi Kuning juga memiliki pasar wisata yang diberi nama Pasar Wisata Titi Kuning. “Pasar Wisata Titi Kuning ini akan menjadi pasar wisata pertama dan satu-satunya di Sumatera Utara,” kata Agus.

Ia mengatakan, kehadiran Pasar Wisata Titi Kuning akan menjawab kebutuhan kepariwisataan di Kota Medan dengan hadirnya sebuah destinasi belanja yang menyediakan kebutuhan oleh-oleh khas Sumatera Utara.

UKM di Sumatera Utara, kata Agus dapat memanfaatkannya sebagai tempat berusaha dan memasarkan produk, sedangkan asosiasi pariwisata diharapkan memperkenalkan dan mengajak para turis untuk datang ke Pasar Wisata Titi Kuning.

“Pasar ini merupakan satu dar 52 pasar tradisional di Medan yang telah direvitalisasi. Ke depannya, revitaliasi ini akan menjadi contoh untuk penataan pasar tradisional lainnya di kota Medan,” kata Agus.

Pimpinan Pasar Wisata Tikung, Hendy Ong mengatakan, Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia merupakan pintu gerbang pariwisata di daerah Indonesia bagian Barat. Kehadiran Pasar Wisata Titi Kuning akan mendukung pemerintah dalam hal pengembangan pariwisata dan industri kreatif.

Bagi turis asing maupun lokal, kehadiran Pasar Wisata Titi Kuning akan membantu dari sisi efektivitas pencarian oleh-oleh khas Medan dan Sumatera Utara.

“Kalaupun banyak pedagang wisata yang diketahui keberadaannya oleh turis di Medan, namun dengan lokasi para pedagang yang tersebar di mana-mana dan kondisi kota Medan yang sudah macet, maka akan menyulitkan turis. Kenapa? Rata-rata turis hanya memiliki waktu beberapa hari di Medan sehingga tak memungkinkan untuk menjalani seluruh pedagang produk wisata untuk membeli beragam oleh-oleh,” kata Hendy

Karena itulah, kata Hendy, diperlukan sebuah pasar wisata untuk menampung seluruh pedagang produk wisata. Bagi turis, keberadaan pasar wisata akan memudahkan turis untuk mencari oleh-oleh khas Medan dan Sumatera Utara dan mendapatkan beraneka ragam pilihan oleh-oleh dan suvenir lainnya hanya dengan mengunjungi satu lokasi saja.

“Sedangkan bagi pedagang dan pengusaha baru di bidang suvenir dan oleh-oleh juga akan semakin mudah mengenalkan produknya kepada para turis. Mereka cukup membuka kios di Pasar Tikung daripada membuka usaha di rumahnya yang tentunya akan memakan biaya yang besar dan waktu yang sangat lama untuk mempromosikan keberadaannya kepada turis,” kata Hendy.

Pada kesempatan tersebut, Hendy mengajak para pelaku UKM, ekonomi kreatif, dan insan pariwisata untuk memanfaatkan kehadiran Pasar Wisata Titi Kuning bagi pengembangan produk dan bisnis pariwisata di kota Medan dan Sumatera Utara.

“Konsep ini (pasar wisata) sebenarnya bukan konsep baru. Di Singapura, Kuala Lumpur maupun Thailand, mereka punya pasar pariwisata yang terpusat dan lengkap. Jadi turis tinggal datang kesana untuk membeli beragam oleh-oleh khas negara bersangkutan,” kata Hendy.



Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Dinas Pariwisata Ajak UKM dan Asosiasi Manfaatkan Pasar Wisata Titi Kuning, http://medan.tribunnews.com/2019/04/10/dinas-pariwisata-ajak-ukm-dan-asosiasi-manfaatkan-pasar-wisata-titi-kuning.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay